Dear Kamu…..

Untukmu seseorang yang jauh disana, kini aku menyesal dengan kejujuranku kepadamu, ya kejujuran akan perasaanku kepadamu…

Andai aku tidak jujur kepadamu, mungkin hatimu tidak terbelenggu dengan perasaanku, terbelenggu karena engkau mengharapkan sentuhan cinta dariku, terbelenggu dengan harapan akan perasaanku kepadamu..

Mungkin saat ini engkau pasang rasa penuh harap denganku, mungkin saat ini engkau cemas dan khawatir akan perasaanmu, maafkan aku, maafkan aku.. perasaan ini belum berlabuh, perasaan ini belum ada ikatan yang halal, sungguh aku takut akan murka Alla Azza Wa Jalla.

Maafkan aku.. saat ini aku merasa seperti pencundang, yang memberikan sejuta harapan dengan mahluk ciptaan tuhan yang terindah, seharusnya bukan harapan semu yang aku berikan, seharusnya sebuah kenyataan, sebuah mahligai cinta dengan ikatan pernikahan.

Malu.. Sungguh malu aku dengan sang pencipta, aku juga malu denganmu, malu karena aku belum bisa mewujudkan cinta ini, malu karena perasaan ini belum berlabuh.

Untukmu yang jauh disana, semakin aku melupakanmu, malah semakin aku mengingatmu, bukan hanya ingat dalam benakku tapi juga ingat dalam hatiku, aku merasa engkau orang yang tepat untuk mengisi ruang kecil dihatiku.

Semua hal yang membuatku ingat akan tentangmu, aku jauhkan, Nomor Handphonemu saja sudah tidak ada dideratan kontak HPku, Curahan perasaanmu, ungkapan kesalmu atau artikel saranmu sudah tidak muncul di time line facebookku, atau status kegaluan perasaanmu sudah tidah muncul di beranda Google+ ku,  tapi aku heran  engkau selalu hadir dalam mimpiku, aku binggung dengan perasaan ini, semakin hari semakin membuncah dan menggunung, seperti gunung Kelud yang akan menumpahkan isi perutnya. masyaAllah aku hanya bisa berdo’a mudah-mudahan perasaan ini akan segera berlabuh.

Untukmu yang jauh disana, sepertinya jarak dan waktu sudah bukan menjadi penghalang bagi perasaan ini, perasaan ini sudah secepat kabel fiber optic mengantarkan sinyalnya, pesanku untukmu jangan engkau menanti dan berharap akan perasaan yang semu ini, aku takut engkau kecewa dan terluka, perbaiki dirimu, tuntutlah ilmu agar kelak engkau menjadi malaikat tak bersayap bagi keluarga dan anak-anakmu.

Aku hanya bisa berdo’a memohon kepada penguasa cinta, sang penguasa hati, yang maha membolak balikan hati setiap manusia, berdo’a mudah-mudahan senantiasa menjaga perasaan ini, dan mewujudkannya dengan ikatan pernikahan yang dilandasi dengan ketaqwaan dan ketaatan, untuk meraih ridho-NYA.

Untukmu yang jauh disana, jika engkau memang ditakdirkan untuk menjadi bidadari dalam hidupku, maka engkau jangan takut dan risau, aku pasti akan dating kerumahmu, sebagai pememeng bukan pecundang, akan aku ajak keluargaku untuk menemui walimu, dan engkau akan menjadi bidadari dalam sisa hidupku

Iklan

One thought on “Dear Kamu…..

  1. Subhanallah, semoga Allah mudahkan jalan antum ya akhi, dan semoga Allah mudahkan jodoh antum.
    Akhi jangan pernah takut, jodoh itu sudah di takdirkan oleh Allah, jangan terlalu berharap kepada seseorang yang belum tentu Allah takdirkan untukmu,Dan begitupun sebaliknya jangan terlalu memberikan harapan kepada seorang wanita yang belum tentu jodoh antum. Wanita sangat rapuh akhi.
    Semoga Allah berikan jodoh yang terbaik untuk antum, jodoh yang mampu membuat antum jadi tenang, dan bisa menundukkan pandangan antum. Siapapun ituwanita yang beruntung mendapatkan antum.
    Afwan akhi,

    Akhi, ini dulu pernah ana tulis catatan kecil , kalau ada waktu monggo dibaca ya 🙂
    https://rizkisangpemimpi.wordpress.com/2014/06/29/sahabatku-semoga-allah-mudahkan-jodohmu/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s